Geographic Tongue : Gangguan Pencernaan dan Lidah pada Penderita Alergi

Geographic Tongue : Gangguan Pencernaan, Lidah pada Penderita Alergi

 

Fissured geographic tongue

Lidah geografik adalah kondisi inflamasi namun tidak berbahaya yang mempengaruhi permukaan lidah. Lidah biasanya ditutupi dengan benjolan putih kecil berwarna merah muda (papila), yang sebenarnya merupakan proyeksi pendek, halus, seperti rambut. Dengan lidah geografis, bercak di permukaan lidah hilang papilla dan tampak mulus, “pulau” merah, sering kali dengan batas yang sedikit terangkat. Gangguan ini memberi lidah tampilan maplike, atau geographic. Lesi sering sembuh dalam satu area dan kemudian berpindah ke bagian lidah yang berbeda. Lidah geografis juga dikenal sebagai glossitis bermigrasi jinak.

Meskipun lidah geografis mungkin terlihat mengkhawatirkan, hal itu tidak menyebabkan masalah kesehatan dan tidak terkait dengan infeksi atau kanker. Lidah geografi terkadang menyebabkan ketidaknyamanan lidah dan meningkatkan kepekaan terhadap zat tertentu, seperti rempah-rempah, garam dan bahkan permen.

Gangguan tersebut biasanya terjadi pada anak usia di atas 2 tahun, seringkali penderita alergi mengalami keluhan seperti ini. Geographic Tongue seringkali terjadi bila terjai gangguan pada saluran cerna. Penyebab gangguan ini bisa karena alergi makanan atau diperberat saat terjadi infeksi demam, batuk atau pilek.

Tanda dan gejala lidah geografi bisa meliputi:

  • Halus, merah, bentuknya tidak teratur (lesi) di bagian atas atau samping lidah Anda
  • Sering terjadi perubahan pada lokasi, ukuran dan bentuk lesi
  • Ketidaknyamanan, rasa sakit atau sensasi terbakar dalam beberapa kasus, paling sering berhubungan dengan makan makanan pedas atau asam
  • Banyak orang dengan lidah geografi tidak memiliki gejala.
  • Lidah geografis dapat berlanjut selama berhari-hari, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Masalahnya sering sembuh sendiri tapi mungkin akan muncul lagi di lain waktu.


Penyebab

  • Penyebab lidah geografis tidak diketahui
  • Beberapa penelitian menduga mungkin hubungan antara lidah geografis dan psoriasis dan antara lidah geografis dan lichen planus. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami kemungkinan koneksi. ternyata gangguan yang sering terjadi pada penderita alergi itu akan muncul saat gangguan alergi muncul seperti gangguan saluran cerna, lainnya, gangguan kulit atau saluran napas.
  • Gangguan tersebut akan muncul bersamaan dan akan membaik secara bersamaan. Penyebab nya diduga karena adanya alergi makanan dan diperberat adanya infeksi virus saluran napas seperti badan hangat, bersin, pilek atau batuk yang biasanya akan berlangsung 5 hari. Saat setelah hari ke 6 saat infeksi virus itu membaik gangguan itu juga berangsur membaik.

Faktor risiko

  • Studi tentang faktor-faktor yang mungkin terkait dengan peningkatan risiko lidah geografis telah menghasilkan hasil yang beragam. Faktor-faktor yang mungkin terkait dengan peningkatan risiko meliputi:
  • Sejarah keluarga. Beberapa orang dengan lidah geografis memiliki riwayat keluarga mengalami kelainan ini, sehingga faktor genetik yang diwariskan dapat meningkatkan risiko.
  • Orang dengan lidah geografi sering memiliki kelainan lain yang disebut fissured tongue, yang memiliki tampilan alur dalam (fisura) pada permukaan lidah.

Komplikasi

  • Lidah geografis adalah kondisi jinak. Ini tidak menimbulkan ancaman bagi kesehatan Anda, menyebabkan komplikasi jangka panjang atau meningkatkan risiko masalah kesehatan utama Anda.
  • Namun, kecemasan tentang kondisinya cukup umum karena:
  • Munculnya lidah mungkin memalukan, tergantung dari seberapa terlihat lesi tersebut

Gangguan tersebut biasanya disertai gangguan pencernaan lainnya di antaranya :

  1. SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT.
  2. GIGI DAN MULUT : Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.

Gangguan lain yang menyertai

  • SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam.
  • KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna putih pada kulit seperti ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna).
  • PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah.
  • OTOT DAN TULANG : nyeri kaki, kadang nyeri dada terutama saat malam hari
  • SALURAN KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam  ngompol 2-3 kali)
  • MATA : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.
  • HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan.
  • Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat  berbau.
  • FATIQUE :  mudah lelah, sering minta gendong

PERILAKU YANG SERING MENYERTAI

  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Anak tidak bisa diam, Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
  • GANGGUAN TIDUR MALAM : sulit tidur bolak-balik ujung ke ujung, tidur posisi “nungging”, berbicara,tertawa,berteriak, sering terbangun duduk saat tidur,,mimpi buruk, “beradu gigi”
  • AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.  
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s