10 Tip dan Cara Agar Saat Disuntik Dokter Tanpa Rasa Sakit

10 Cara Menerima Suntikan Tanpa Rasa Sakit

  • Bersiap Menerima Suntikan. Cari tahulah bagian yang akan disuntik. Persiapan untuk disuntik tergantung dari bagian tubuh yang akan diberi suntikan. Banyak suntikan umum, seperti sebagian besar vaksinasi, diberikan di bagian lengan, sedangkan antibiotik tertentu bisa diberikan di bagian punggung atau bokong. Tanyakan dokter atau perawat Anda sebelumnya mengenai bagian tubuh yang akan disuntik dan rawatlah area tersebut sesuai kebutuhan.
  • Usaplah kulit dan tekan bagian di sekitar tempat suntikan. Setelah tahu bagian yang akan disuntik, usaplah kulitnya dan tekan di sekitar tempat jarum akan menembus masuk. Ini akan mempersiapkan tubuh Anda terhadap tekanan dari jarum di bagian tersebut, dan rasa kaget karena tusukan tidak akan terlalu besar di ruangan dokter. Lakukan ini secara singkat sebelum berangkat bertemu dokter Anda, di mobil, atau saat berada dalam perjalanan di bus.
  • Mulailah bersiap di ruang tunggu. Saat berada di ruang tunggu, kegiatan-kegiatan tertentu dapat membantu Anda bersiap untuk suntikan Anda dan mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang mungkin muncul. Remas-remaslah “bola stres”. Ini akan melemaskan otot-otot dan mempersiapkan diri terhadap suntikan. Dengarkan musik, podcast, ataupun buku di kaset. Walaupun dokter mungkin tidak mengizinkan Anda memasang headphone selama di ruangannya, mendengarkan musik sebelumnya dapat menimbulkan pengalihan perhatian sehingga Anda tidak merasa terlalu khawatir untuk masuk ke dalam ruangan.[2] Bacalah majalah ataupun buku. Jika Anda lebih mudah merasa tenang dengan membaca daripada mendengarkan, cerita atau artikel bagus yang dapat mengalihkan perhatian juga dapat membantu saat menunggu dokter Anda.
  • Saat Menerima Suntikan. Fokuskan perhatian Anda ke tempat lain. Terkadang, antisipasi dan rasa sadar yang menjadikan rasa sakit terasa lebih parah. fokuskan perhatian Anda ke tempat lain saat sedang disuntik untuk memperkecil rasa sakit.
  • Berpura-puralah Anda sedang berada di tempat lain. Bayangkan Anda sedang berlibur dengan berjemur di bawah matahari atau membeli secangkir kopi dengan teman Anda. Miliki berbagai skenario menyenangkan di pikiran Anda sebelum memasuki ruangan, dan biarkan imajinasi Anda mengalir.
  • Berfokuslah pada bagian tubuh lainnya. Bayangkan suntikan akan diberikan pada bagian lain pada tubuh. Dengan begini, Anda akan mengantisipasi rasa sakit di bagian lain dan akan mengalihkan perhatian Anda dari suntikan sebenarnya.
  • Bacalah puisi atau lirik lagu. Jika ada sesuatu yang terngiang di dalam ingatan Anda, sekarang adalah saat yang bagus untuk mengucapkannya. Energi dan fokus Anda akan ditempatkan untuk mengingat bait dan kata-kata tertentu dan bukan di masa sekarang.
  • Jika kebetulan dokter atau perawat Anda senang mengobrol, mengajaknya bercakap-cakap sebelum atau selama disuntik dapat memberikan pengalihan yang dibutuhkan. Topik pembicaraan tidaklah penting; hanya mendengarkannya bicara dapat mengalihkan perhatian Anda.
  • Jangan melihat jarumnya. Rasa ekspektasi kita akan rasa sakit dapat membuat rasa tersebut lebih kuat. Penelitian ilmiah baru-baru ini menunjukkan bukti empiris bahwa tidak melihat jarum selama disuntik akan membuatnya tidak begitu menyakitkan. Jangan melihat jarum saat menerima suntikan. Tutuplah mata Anda atau lihatlah ke arah lain.
  • Tahanlah napas Anda. Tahanlah napas Anda selama beberapa detik sebelum disuntik dan saat sedang diberi suntikan. Ini akan meningkatkan tekanan darah, yang akan menurunkan sensitivitas sistem saraf. Walaupun pengurangan rasa sakitnya hanya sedikit, jika disertai teknik-teknik lain, menahan napas bisa membantu mengurangi rasa sakit.
  • Normalkan rasa takut. Stigma dan kecemasan dari rasa takut akan jarum, suntikan, dan rasa sakit bisa membuat Anda menempatkan fokus yang tidak seimbang pada suntikan. Nyatanya, takut akan jarum adalah hal yang sangat normal. Mengetahui bahwa Anda tidak sendiri, dan bahwa rasa takut adalah hal yang normal, bisa membantu Anda merasa tenang selama proses penyuntikan.[6]
  • Jangan kencangkan otot Anda. Mengencangkan otot dapat menyebabkan rasa sakit lebih terasa, terutama pada suntikan intramuskular, jadi pastikan untuk menjaga aagar otot tetap lemas. Merasa tegang saat takut adalah hal yang wajar, jadi teknik-teknik tertentu dapat membantu.
  • Latihan pernapasan, seperti mengambil napas yang dalam, menahannya selama 10 detik, kemudian mengeluarkannya akan membantu jika dilakukan sesaat sebelum suntikan dilakukan.
  • Pikirkan kalimat, “Aku akan disuntik,” ketimbang, “Ini nggak akan sakit”, kata-kata yang pertama akan membantu Anda menerima hal yang tidak dapat dihindarkan, yang akan membuat tubuh Anda tenang dan tidak tegang menghadapi rasa takut.
  • Bicaralah dengan perawat mengenai rasa takut Anda. Bicarakan rasa takut apa pun yang Anda miliki mengenai suntikan dengan perawat sebelum menerimanya. Tenaga profesional medis akan senang membantu pasien yang membutuhkan.
  • Perawat bisa memberi Anda krim anestesi lokal, yang akan dibubuhkan pada lengan Anda untuk melumpuhkannya dan membuat suntikan tidak terlalu menyakitkan. Mintalah sebelum jadwal suntikan Anda karena krim dapat memakan waktu sampai satu jam untuk bekerja.
  • Perawat juga pandai mengalihkan perhatian pasien dan membantunya merasa tenang. Jika Anda menyinggung soal rasa takut Anda sebelumnya, dia mungkin akan dapat membantu menenangkan Anda dengan teknik relaksasi.[8]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s