G Spot Kenikmatan Seksual Wanita, Antara Fakta dan Mitos

wp-1518191078068..jpgG Spot Kenikmatan Seksual Wanita, Antara Fakta dan Mitos

Titik G atau Titik Grafenberg atau dalam bahasa Inggris G Spot adalah daerah kecil pada area kemaluan wanita yang terletak di belakang tulang kemaluan dan mengelilingi uretra. Beberapa penelitian menunjukkan G spot kalau diraba bentuknya seperti spon yang kira -kira berukuran antara 2-3 cm. Daerah ini merupakan kumpulan saraf yang paling banyak sehingga sangat peka kalau tersentuh. Daerah ini juga berhubungan dengan klitoris. G spot ini jika dirangsang, bisa mengeras dan membesar seperti bola kecil, yang bisa diraba jelas dengan jari.

Penelitian Lokasi G Spot

  • Penelitian terhadap keberadaan bagian paling sensitif ini masih terus dilakukan. Menurut studi dari Masters and Jhonson Institut, setidaknya hanya ditemukan 10 % dari wanita keseluruhan yang mengikuti penelitian ini mempunyai G Spot.
  • Sedangkan John Perry dan Beverly Whipple yang juga melakukan penelitian, dalam rapornya menyebutkan, bahwa wanita akan mengalami sensasi orgasme yang luar biasa dan melebihi orgasme akibat rangsangan pada klitoris.
  • Robert Mallon, ahli patologi yang juga melakukan penelitian tentang keberadaan G Spot ini di tahun 80-an, melaporkan dari 42 mayat wanita yang diotopsi, ditemukan jaringan yang nampak seperti prostate pada pria. Penelitian itu dilanjutkan lagi dengan membedah 17 mayat wanita. Hasilnya, pada lebih dari 80 % wanita tersebut ditemukan jaringan menyerupai prostate. g-spot_fig_en
  • Letak G spot ini diperkirakan 3-5 cm di belakang mulut vagina bagian atas, kira-kira di bawah saluran kencing. Ia ada di sebelah atas (dalam posisi terlentang), dekat kantung kemih. Hal ini dapat berbeda pada setiap wanita. Namun untuk menemukannya langsung tidak mudah. Tidak cukup satu kali dicoba langsung ditemukan. Harus melalui latihan dan mau mencoba terus. Jangan menyerah, terus dicoba. Jika si wanita merasa ingin buang air kecil, itulah tanda G Spot sudah ditemukan. Di bagian itu akan dirasakan sesuatu yang lembut seperti busa. Saat terangsang, secara otomatis G Spot akan mengembang. Permukaannya lebih kasar, ukurannya pun membesar dua kali lipat.
  • Kalau sudah ditemukan, bagian ini akan memberikan kenkmatan luar biasa bila dirangsang hingga menghasilkan orgasme, yang biasa disebut orgasme vaginal. Rangsangan harus intensif untuk menimbulkan orgasme yang sesungguhnya. Orgasme ini juga bisa menyebabkan ejakulasi (female ejaculation; sama halnya dengan pria, mengeluarkan cairan seperti sperma, berwarna putih dan ditemukan sebagian besar fruktosa dan enzim). Bahkan, wanita bisa dibuat lebih melayang bila rangsangan G spot ini dilakukan secara berkesinambungan hingga mencapai multiorgasme. Sebelum orgasme yang pertama selesai, orgasme yang selanjutnya sudah dimulai. Saat dilakukan hubungan seksual, G spot bisa tersentuh oleh penis berapa pun panjangnya. Tak perlu jungkir balik seperti pemain sirkus untuk bisa menyentuhnya. Atur saja penis masuk melalui sudut yang tepat sehingga mampu menyentuh dinding bagian depan vagina. Posisi apa pun cocok untuk bermain dengan G spot. Perlu diingat, menyentuh lewat G spot ini hanya merupakan salah satu ukuran kepuasan dalam kehidupan seksual berumah tangga. Jangan jadikan obsesi. Misalnya, harus multiorgasme. Kalau salah satu pasangan atau keduanya sudah puas dengan sekali orgasme, untuk apa menuntut lebih? Harus diingat pula, kebugaran tubuh perlu dijaga untuk menunjang kegiatan seksual. Berbekal tambahan pengetahuan tentang G Spot, diharapkan pasangan suami istri akan menjumpai saat-saat indah bersama. Jangan takut mencoba dan mengeksplorasi tubuh pasangan. Dalam pernikahan, kreativitas memang merupakan elemen yang penting guna membina hubungan suami istri yang senantisa penuh gairah.
  • Sebuah studi menunjukkan bahwa mencari lokasi G-spot perempuan mungkin hanyalah sebuah mitos, dan bahwa puncak kenikmatan seorang perempuan tidak hanya terletak di G-Spot. Walaupun demikian, masih banyak orang masih berjuang menemukan titik G-Spot yang sebenarnya, dan mencari tahu  apakah memang G-Spot nyata atau tidak. Tidak sedikit terapis seks dan pakar seksolog yang sudah menjelaskan cara mencari lokasi G-spot perempuan dan cara merangsangnya. Meskipun begitu, tetap saja titik rangsangan perempuan ini sulit ditemukan.

wp-1518176505165..jpg

  • Sebutan G-Spot ini sendiri sebenarnya diambil dari nama penemunya, Grafenberg, doktert ahli kandungan asal Jerman. Ia meneliti bahwa sebenarnya ada bagian lain dari organ seksual perempuan selain klitoris yang mampu membuat wanita orgasme. Di tahun 1950 dirinya membuat sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa semua perempuan sebenarnya mempunyai titik rahasia yang dinamakan G-Spot. Sejak itulah  nama bagian ini dinamai titik Gräfenberg atau Gräfenberg Spot dan disingkat G-spot.
  • Sebuah litelatur yang diterbitkan oleh jurnal Clinical Anatomy mencoba mengulas keberadaan lokasi G-spot. Nyatanya mereka menyimpulkan bahwa orgasme vagina maupun G-spot sebenarnya tidak ada.
  • Dr. Gail Saltz, profesor klinis di Rumah Sakit New York dan penulis The Ripple Effect, How Better Sex Can Lead to a Better Life kepada The Huffington Post memberikan keterangan, “Seperti kebanyakan hal-hal mengenai seks, orang menjadi sangat penasaran dan terganggu pada kedua hal tersebut. Tapi aku benar-benar tidak bisa mengatakan dari praktek klinis bahwa saya sama sekali tidak yakin bahwa G-Spot perempuan itu ada.” Ia menambahkan, hal inilah yang akhirnya membuat banyak perempuan merasa sangat frustasi karena berusaha mencapai sesuatu yang mungkin tidak dapat dicapainya.
  • Lainnya halnya dengan periset Italia Vincenzo Puppo dan Guilia Puppo, dalam ulasan mereka, keduanya menekankan pentingnya menggunakan kata-kata yang tepat saat mendiskusikan organ seksual perempuan dan kapasitasnya untuk orgasme. Mereka menulis bahwa apa yang disebut G-spot (sebuah kata yang mengacu pada tempat yang terletak di dalam uretra pelvis vagina tempat dirangsang) sebenarnya tidak ada. Sebaliknya, setiap wanita mampu melakukan orgasme berdasarkan rangsangan klitoris. Mereka berpendapat bahwa kata-kata ‘orgasme vagina’ kurang tepat, dan idealnya diganti dengan istilah ‘orgasme perempuan’.
  • Penelitian asli tentang G-spot ini sebenarnya didasarkan pada seorang perempuan yang ‘mengidentifikasi titik sensitif erotis, teraba melalui dinding anterior vaginanya’.
  • Perempuan tersebut menyatakan bahwa saat daerah itu disentuh, area tersebut menjadi lebih besar. Hal ini juga menyebabkan peningkatan kepekaan, rasa nikmat, dan timbul keinginan untuk buang air kecil. Untuk itulah peneliti menyimpulkan kalau orgasme yang dialami sebagai respons terhadap stimulasi vagina, bahwa wanita klimaks murni melalui rangsangan klitoris.

Titik rangsang G-Spot dan Anatominya

  • Para peneliti menjelasakan bahwa anatomi yang benar dan sederhana untuk menggambarkan sekelompok jaringan ereksi (yaitu klitoris, lampu vestibular dan pars intermedia, labia minora, dan corpus spongiosum dari uretra perempuan) dan bertanggung jawab akan akan terjadinya orgasme wanita, sebenarnya dikarenakan ‘penis perempuan’.
  • Aliran darah meningkat dan menyebabkan jaringan spons yang menyebabkan seseorang orgasme. Jika mengabaikan klitoris dan menekankan G-Spot, kemungkinan itulah yang menyebabkan mengapa begitu banyak perempuan tidak mengalami orgasme.
  • Klitoris, tidak hanya mencuat dan terlihat jelas, tetapi seorang perempuan juga harus memahami anatomi tubuhnya sendiri, dengan melihat, mengerti, dan benar-benar mengalami.
  • Baru setelah itu, baru bisa mengungkapkan kepada pasangannya apa yang disukai dan membuatnya terangsang. Tentunya, cara yang nyaman bagi mereka berdua.
  • Penis pria sendiri tidak dapat merangsang klitoris selama hubungan seksual, oleh karena itu para peneliti menyarankan melakukan masturbasi, oral seks, atau menggunakan jari, tapi yang jelas klitoris jangan dilupakan. Tapi yang jangan dilupakan pula, pusat gairah perempuan sebenarnya secara psikologis perempuan merasa dicintai, menarik, dan aman.

Gairah perempuan dipengaruhi kondisi psikologis

  • Saltz juga mengatakan bahwa banyak data terbaru yang menjelaskan tentang gairah perempuan sebenarnya terkait dengan secara psikologis, bukan secara fisik. Ini tentang bagaimana seorang perempuan memiliki rasa bahwa dirinya dicintai, menarik atau merasa aman.“Cara kita membicarakannya di masyarakat, banyak perempuan merasa bahwa [orgasme] adalah apa yang seharusnya mereka lakukan dan itu akan menjadi kesuksesan tertinggi dalam perjumpaan ini,
  • “Tapi kebanyakan wanita melaporkan bahwa semuanya terkait dengan kedekatan; keintiman bersama; dan tentu saja, rangsangan fisik itu menyenangkan dengan sendirinya.
  • G-spot adalah sebuah isu dan pasti ada orang yang merasa bahwa itu nyata
  • Para ahli pun akhirnya membuat kesimpulan bahwa puncak kenikmatan seksual perepuan memang tidak terletak di G-Spot saja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s